Saat
mendengar lagu ini, saya kembali teringat pada ibu saya. Beliau tidak
pernah kurang dalam memberikan perhatian dan seluruh kasih-sayang pada
putri-putrinya. Setiap pagi, sarapan telah tersedia bahkan sebelum kami
siap untuk berangkat ke sekolah. Saat kami akan berangkat ke sekolah,
ibu hampir selalu mempersiapkan bekal makan siang. Sayangnya, selera
makan saya saat itu sangat rendah. Jadi, seenak apapun makanannya, saya kesulitan
untuk memakannya apalagi jika harus menghabiskannya di luar rumah. Di
depan teman-teman pun, saya mendadak merasa kenyang. Hasilnya, setengah
dari isi kotak makan saya pasti akan kembali ke tangan ibu pada sore
harinya. Saya sangat sedih karena hal itu sering terjadi. Akhirnya, bertahun-tahun kemudian, saya memutuskan untuk menghabiskan makanan yang masih
tersisa di dalam kotak makan itu sepulang sekolah. Ibu saya tahu bahwa bekal makan siang saya
tidak habis, dan hal itu pasti membuatnya sedih. Jadi, ibu selalu berpesan agar saya memastikan baik-baik
apakah makanan tersebut masih layak untuk dimakan atau tidak. Tentu, beliau tidak
ingin putrinya jatuh sakit karena memakan makanan basi.
Kini,
saya sangat merindukan hal-hal seperti itu. Saya rindu kehadiran ibu,
saya rindu senyum ibu, pelukan ibu, dan tentunya masakan ibu. Seringkali saya
berharap beliau ada di sini, membawakan bekal makan yang lezat kala saya
berangkat kerja atau kuliah. Dan kini, saya pasti dapat
menghabiskannya. Tidak ada lagi rasa malu ataupun rasa "ra kolu".
Bahkan, saya akan membawa pulang kotak makan itu dalam keadaan bersih,
dan menunjukkannya kepada ibu dengan rasa bangga. Saya akan melakukannya dengan senang hati karena saya dapat membuat beliau
lebih banyak tersenyum. Namun tentu saja hal itu hanya khayalan karena kini beliau telah tiada.
Lagu ini mengingatkanku akan betapa pentingnya sosok ibu. Kehadiran beliau selalu kurindu.
That's why I like this song very much :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar