Manusia kerap beranggapan bahwa hidup adalah sebuah pertarungan. Pertarungan dapat diartikan sebagai sebuah pertandingan antara dua orang atau lebih yang berselisih atas suatu hal, yakni dengan menganggap diri sendiri atau kelompoknya yang terhebat, sehingga yakin akan menang, dan mereka menyepakati satu atau beberapa hal. Dalam pertarungan seperti itu, jelas akan ada pihak yang menang dan pihak yang kalah. Siapa kuat dan cerdas, dia yang menang.
Namun, hidup bukanlah perkara menang-kalah semata, melainkan bagaimana kita memaknai kedua hal tersebut. Jika menang, sebaiknya kita bersyukur karena tanpa kehendak Tuhan, kita akan kalah. Jika kalah, kita harus melakukan evaluasi, mencari tahu hal apa yang membuat kita kalah. Kita harus mempelajarinya dengan baik dan berlatih kembali, agar kelak ketika harus menghadapi hal yang sama, kita dapat mengatasinya dengan baik.
Banyak contoh dalam kehidupan ini yang menggambarkan "pertarungan" dengan orang lain. Hal ini lebih sering disebut sebagai persaingan. Kita dapat menganggapnya sebagai "bumbu kehidupan".
Namun, "pertarungan" yang sesungguhnya adalah pertarungan antara sisi buruk kita dengan sisi baik kita. Ya, "internal fighting" !
Kita dikatakan kalah jika kita tak mampu mengatasi gejolak dalam diri kita sendiri. Sebaliknya, kita akan menjadi pemenang jika kita mampu mengatasi persoalan diri sendiri dengan cara belajar dari "kekalahan-kekalahan" di masa lampau.
So...
"Sometimes we win, sometimes we (not) lose, but learn."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar