Halaman

Jumat, 17 Oktober 2014

Pelajaran Ada di Semua Tempat

Petang ini saya mengerti. Saya mendapat pelajaran baru yang berharga. Seulas senyum itu benar-benar mampu mengubah masa depan.

:::

Ceritanya begini...

Hari ini, saya ke kampus menggunakan bus. Singkat kata, pulangnya juga naik bus.
Saya duduk manis menunggu jalur 2B bersama bbrp calon penumpang lain. Suasana msh adem ayem, hingga datang seorang laki2 bergamis dengan sebuah pin berbentuk lambang POLRI tersemat di dadanya.
Sejenak kmdn, ia mendapat panggilan telepon dari seseorang. Ia membicarakan masalah DPO, FPI, & D88. Saat itu ia sedang sibuk menyeka keringat di wajah dan lehernya.
Tak berapa lama kenudian, saya menangkap sebuah tisu bekas pakai meluncur di dekat kakinya. Saya ragu apakah itu miliknya atau tisu yg tertiup angin.
Bbrp saat berlalu... lama2 gemes juga. Saya ingat sebelum brgkt ke kampus, sy sempat menyelipkan sebuah kapas yg baru sebentar saya gunakan.
Saya ambil kapas itu lalu bergegas memungut tisu bekas pakai di lantai halte, di dpn banyak orang. Setelah itu saya masukkan ke tempat sampah. Orang-orang menatap heran sekaligus tersenyum, tetapi sayang, mimik jengkel msh membekas di wajah saya. Saya sama sekali tidak bermuka datar apalagi tersenyum.

Setelah membersihkan tangan dengan gel pembersih, saya baru tersadar.
Apa yg tlh saya lakukan? Kenapa saya marah pada mereka?
Mungkin saja mereka juga ingin melakukan hal yang sama, tapi bisa jadi mereka tidak punya kertas atau apa saja utk memungut sampah itu. Atau mgkn juga mereka tidak membawa tisu basah atau hand sanitizer. Kenapa saya turut menimpakan kekesalan kepada mereka?

Betapa sombongnya
.
.
.

Tidak ada komentar: