Halaman

Minggu, 01 Maret 2015

Di manakah Barang-Barang Ini Sekarang?


Jumat, 13 Februari 2015, sekitar pukul 18.00 WIB, saya mengalami suatu hal yang saya harap dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kejadian yang entah dikategorikan sebagai penjambretan, perampasan, pencurian, atau pencopetan tersebut berlangsung sangat cepat dan benar-benar di luar dugaan saya. Saat itu saya sedang mengendarai sepeda dalam perjalanan pulang dari bekerja di daerah tenggara kota Yogyakarta menuju tempat tinggal di wilayah Umbulharjo. Dalam perjalanan itu, saya sempat berhenti di simpang empat Veteran, tepatnya di sisi timur RSI Hidayatullah karena lampu lalu lintas menyala merah. Tidak berapa lama kemudian, lampu kembali hijau. Saya berbelok ke kanan, menuju arah XT Square. Baru berjalan kurang dari 50 meter, seorang pengendara motor matic mendekati saya dari sisi kanan. Semula saya kira ia menjadi sangat dekat karena posisi saya yang sedikit ke tengah jalan demi menghindari beberapa lubang yang mungkin ada di bawah kubangan air di tepi jalan yang terbentuk usai hujan beberapa saat sebelumnya. Namun, dugaan saya meleset. Orang yang nampaknya laki-laki itu dengan lincahnya menjulurkan tangan kiri dan mengambil barang yang saya bungkus kresek oranye bertulisan Mutiara Mas Medika yang saya letakkan di dalam keranjang sepeda. Dengan gerakan kilat, ia memindahkan barang bawaan saya ke depan jok motornya, tepat ke atas sebuah ransel traveling yang cukup besar, berwarna hitam-biru yang sepertinya kosong, yang diletakkan di antara kedua kakinya. Saya sempat berteriak “Hei, woy! Maling! Pencuri!” sebelum pencuri itu bergerak menjauh. Saya pun sempat meminta tolong kepada orang-orang di sekitar saya, namun mungkin ucapan saya tidak terdengar jelas, sehingga mereka diam saja dan hanya memandang saya. Tak mau kehilangan jejak, saya berusaha keras untuk membaca plat nomor kendaraan dengan cara mengejarnya, tetapi pendar lampu belakang motor nampaknya berhasil menutupi plat nomor motor yang mulai dilajukan dengan kencang menuju keramaian jalan yang biasanya sepi, sehingga saya tidak dapat melihat ke arah mana orang itu pergi. Masih ada persimpangan setelah tempat kejadian perkara, yakni ke utara arah jalan Glagahsari dan ke barat arah jalan Menteri Supeno, tapi saya tidak tahu ke arah mana orang itu pergi. Saya sangat menyesali keteledoran saya hari itu, yakni dengan memindahkan barang dalam plastik kresek oranye tersebut ke atas mantol yang saya kenakan beberapa saat sebelumnya, padahal semula mantol itu sempat bertengger di atas buntelan kresek oranye yang berisi sepasang kaus kaki putih bertepi ungu (di dalam kresek putih) dan sebuah tas selempang coklat susu berhias sepatu bertali di bagian depannya, dengan plisir rit coklat tua. Tas perempuan kain semi kanvas tersebut berisi tiga buah ponsel, yakni sebuah ponsel Samsung Galaxy Y duos GT-5312 berwarna putih dengan silicon case ungu beserta charger putihnya, sebuah ponsel E-Touch Silver dengan silicon case kuning dan gantungan tali kecil, dan sebuah ponsel E-Touch silver bersilicon case hijau muda. Saya menyesal membawa ketiganya, sedangkan biasanya hanya maksimal dua buah. Selain ponsel, ada sebuah pouch putih bertulisan “Laxing”, berisi sebuah buku tabungan BRI a/n Triningsih Rahmawati, yang di dalamnya terselip sebuah kartu perpustakaan kota Yogyakarta dan dua buah kartu member Karuma Swalayan dan Mirota Kampus a/n Triningrum Kurniawati; sebuah flashdisk 4 GB bening dengan tali berwana biru bertulisan WD Stor; sebuah gantungan kunci berbentuk lebah yang saya buat sendiri seperti lambang Beetalk, tiga lembar Hansaplast jumbo; dan beberapa hal lain yang tidak saya ingat sepenuhnya. Selain itu, ada sebuah sebuah dompet pouch putih yang bergambar, bertulisan, dan berplisir rit merah, dengan dua kantong. Kantong pertama berisi peralatan make up, meliputi bedak Marina (tinggal sedikit), lipstik Viva merah muda (masih baru), sikat kecil pembersih gigi dengan tangkai hijau muda, seamplop kertas wajah, dan sebuah puff bedak muka yang masih terbungkus plastik. Sementara kantong di sebelahnya berisi sebuah buklet informasi publik yang dikeluarkan oleh Mirota Kampus dan beberapa surat penting seperti KTP, SIM C, KTM dan Kartu Perpustakaan UST, sebuah ATM BRI, kartu Askes, kartu Flazz dari BCA, dan beberapa lembar kartu pasien dari JIH, RS Mata dr. Yap, RSPAU Hardjolukito, RSI Hidayatullah, dan Puskesmas Umbulharjo, semuanya a/n Triningsih Rahmawati.

Selain itu, terdapat sebuah botol minum keluaran Tupperware berwana kuning kehijauan, berukuran 330 ml; sepasang kaus tangan berwarna biru-hitam; sebuah kacamata hitam bertulisan RB Space; sebuah kantong transparan keluaran Garuda Indonesia yang berisi sebuah kacamata bening dengan frame dan tangkai hitam; dua potong jilbab instan tebal dan sebuah pakaian batik berwarna coklat; sebuah jilbab putih bertepi hitam; sebuah mantol plastik oranye-merah; sebuah mantol tas ransel berwarna hitam; sebuah dompet koin bermotif batik berwarna coklat muda; dan sebuah tisu gulung. Di bagian saku depan tas terdapat beberapa lembar uang ribuan, sebuah kartu berlangganan reguler dari Dinas Perhubungan untuk pengguna bus Trans Jogja; dan tiga buah kunci yang terangkai menjadi satu.

Barangkali Anda terkejut membaca rincian barang yang saya sebut berada di dalam tas yang saya bawa kala itu. Saya pun terkejut ketika menuliskannya dan tak habis pikir mengapa pagi sebelum kejadian, saya membawa begitu banyak barang padahal tujuan saya pagi itu hanya untuk bekerja. Apapun itu, hingga hari ini saya masih berharap semua barang yang hilang dapat ditemukan dan kembali ke tangan saya dalam keadaan utuh sama seperti ketika diambil oleh pencuri bermotor tersebut. Untuk itu, saya meminta kesediaan semua pihak yang membaca tulisan panjang ini untuk menyerahkan barang-barang yang saya sebutkan di atas bila mungkin Anda melihat atau menemukannya. Jika mengalami kesulitan untuk mengantarkannya langsung ke tempat tinggal saya, Anda dapat menitipkannya di kantor polisi terdekat dengan lokasi Anda. Jika Anda telah menyerahkan barang temuan tersebut ke kantor polisi, silakan kirim pesan singkat (sms) pemberitahuan kepada saya di nomor 088802804360. Mohon maaf, saya tidak menerima panggilan telepon. Terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini ^_^