Halaman

Kamis, 08 Januari 2015

What do you think about this?

Just share......

Sebuah kisah dari seorang mahasiswa Indonesia:

Di suatu pagi, kami mendapat tugas untuk menjemput klien, beliau telah terbilang berusia senja. Beliau adalah seorang pengusaha asal Singapura yang berbicara dengan Bahasa Inggris logat Melayu.
Dalam perjalanan, beliau menceritakan pengalamannya kepada kami,"Your country is so rich!". Dalam hatiku,"Ah biasa banget denger kalimat itu". Tapi tunggu, beliau belum selesai berbicara. "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you don't need the world."
Kemudian, lanjutnya,"Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan-hutan di Kalimantan, dunia pasti kacau. Singapore is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500 ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami. Apartemen-apartemen terbaru kami dibeli oleh orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, isinya orang Indonesia semua. Lalu, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan Indonesia masuk ke tempat kami? Sangat terasa. We are nothing! Kalian tahu kan kalau kemarin dunia krisis beras, termasuk di Singapura & Malaysia. Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami impor dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik China, dari pabrik China jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut mengembargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalian menjadi mandiri. Harusnya KALIANLAH YG MENGEMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli pangan dari petani-petani kita sendiri, beli tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa beli produk sendiri. Jika kalian bisa MANDIRI, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI,.... INDONESIA WILL RULE THE WORLD!"

***

Selasa, 23 Desember 2014

Deretan Universitas Terbaik di Dunia

Best Universities in the World: http://youtu.be/V9NUJNNLano

TA'ARUF

taaruf - Tahapan Menuju Cinta Mulia @HijabAlila: http://youtu.be/p3NlWhDP37g

Kamis, 20 November 2014

Inilah Hidup

"Kalau sesuatu sudah menjadi garis takdir dan harus dijalani, maka sejauh apapun menghindar, kita tetap harus menyelesaikannya suatu saat nanti.. Pelarian sifatnya hanya menunda karena selalu ada akhir untuk setiap permulaan. Start selalu diakhiri dengan finish.."

Demikian sepenggal balasan dari seorang penulis baru kepadaku.
Saat surat elektronik itu kuterima, aku baru saja selesai menonton film "Beautiful Mind".
Kiranya, kesimpulan tentang makna judul sebuah buku, "Fate",  tak jauh berbeda dengan film yang baru saja kutonton.

Ya, hidup adalah apa yang kita lakukan saat ini. Dan saat ini adalah rangkaian dari episode masa lalu dan masa depan. Entah hari ini akan berakhir baik atau buruk, semuanya bergantung pada cara kita menyikapinya. Kita boleh berlari atau tetap tinggal dan menghadapinya. Namun, baik lari atau tinggal, kita tetap akan menemukan akhirnya.

Inilah hidup...yang hanya ada dua tipe:::

"angan dan nyata".

PENGHARGAAN

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus tahap awal dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk wawancara terakhir.
Direktur mengetahui bahwa dari cv-nya, pemuda tersebut memiliki prestasi akademik yang baik. Kemudian dia bertanya, "Apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah?". Si pemuda menjawab tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."
Sang direktur meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yang lembut dan halus.
"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."
Si direktur mengatakan "Aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cucilah tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."
Si pemuda merasa kemungkinannya untuk mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan sang ibu. Ibunya merasa heran, senang, tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya kepada anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan sang ibu sangat berkerut dan banyak luka. Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih saat dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yang harus dibayar untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya.
Malamnya, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.
Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada bekas air mata di mata sang pemuda. Kemudian dia bertanya, "Dapatkah kamu ceritakan apa yang kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu?"
Si pemuda menjawab,"Saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya. Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu seorang diri. Dan saya mulai mengerti betapa penting dan berharganya  bantuan dari keluarga "
Si direktur menjawab,"Inilah yang saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat mengapresiasi bantuan dari orang lain, seseorang yang mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yang tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya. Kamu diterima."

:::
Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yang mereka inginkan, akan mengembangkan " mental ke-aku-an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas. Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya, apalagi orang lain.Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau justru menghancurkan anak-anak kita?

Kita dapat membiarkan anak-anak tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kita memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kita mampu memperkerjakan pembantu atau tidak, tetapi karena kita ingin mencintai mereka dengan benar.

Tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda. Yang terpenting, anak-anak mempelajari cara mengapresiasi usaha dan pengalaman akan kesulitan dan belajar untuk bekerja dengan orang lain agar segala sesuatu terselesaikan dengan baik.

Coba lanjutkan cerita ini ke orang-orang yang Anda kenal. Mungkin cerita ini dapat mengubah kehidupan seseorang?