Halaman

Minggu, 11 Januari 2015

Antara Cinta dan Nafsu Syahwat

"Ketika cinta sangat dimuliakan dan diagung-agungkan, godaan syetan menyelinap dalam hati. Akibatnya, cinta dan hawa nafsu kian tak ada jarak. Nafsu syahwat telah memperalat cinta untuk berbuat maksiat. Kondisi ini mudah ditemui pada orang pacaran. Ungkapan cinta di awal hubungan, terutama bagi pria, cuma sebatas lips service untuk menutupi keinginannya menyalurkan hasrat seksual."

Sedikit kutipan dari buku "Boy vs Girl" karya Herliana Herman ini agaknya sesuai sekali dengan kondisi saat ini yang terbilang umum untuk dilakukan oleh setiap pasangan. Bukan apa-apa memang, orang bilang hal itu wajar. Tapi jika terus-menerus dilakukan, siapa yang dapat menjamin bahwa tidak akan ada hal yang lebih dan lebih lagi daripada sekedar "tempel bibir". Mungkin pertamanya hanya saling pandang, saling lempar senyum, saling lirik, saling sapa, saling pegangan, saling rangkulan, saling peluk, hingga saling cium. Ciumannya juga awalnya hanya di bagian luar. Akh, belum puas. Makin nempel lah tu bibir. Lama-lama, persis seperti anak burung minta disuapi induknya ~kedua bibir mulai menganga~ lalu mencoba mencicipi bagian bibir terdalam pasangannya. Belum puas juga, lidahnya keluar. Ditangkaplah kumpulan otot yg menjulur bak lidah bunglon siap nyaplok serangga atau lidah cicak siap nangkap nyamuk yang melintas-  oleh pasangannya. Sampai bersuara ceplak ceplok ciuut. XD
Sampai situ, hasrat pegang-pegang pun mulai berlebihan, nafas semakin menggebu. Tangannya... aishh... udah sampai mana ya itu? Hehehe...

Oke, stop. Sampai di situ saja. Ndak saya nanti dilaporkan ke meja hijau.

At least, apa sih yang bisa kita pelajari dari pembahasan di atas?

Ooh bukan.. Bukan itu... (hadeh.... mikirnya lempeng-lempeng aja ya, Sob).

Baik. Nggak usah ceramah panjang kali lebar, inilah beberapa hal yang dapat kita petik dari penjabaran di atas:

1. Batas antara cinta lawan jenis dengan hasrat seksual itu tipis banget. Ibarat membran semi permeabel (you know what i mean), dindingnya itu akan cukup mudah untuk ditembus.

2. Sekuat apapun seseorang menjaga diri dan hatinya, ia nggak akan kuat melawan nafsunya sendiri. Apalagi jika telah menerima berbagai stimuli. Ibaratnya, si stimulus tersebut adalah bisikan syetan.

3. Laki-laki cenderung masih mampu membedakan kebutuhan seks dengan main-main. Mereka bisa melakukan hubungan seks karena memang butuh pelampiasan atau sekedar "bermain".
Perempuan cenderung sulit untuk membedakan keduanya. Mungkin mereka bisa melakukannya untuk dirinya sendiri [raganya beraksi, pikirannya ke mana-mana], tapi tidak mudah bagi mereka untuk membedakan perlakuan seorang lelaki kepadanya.
So far sih begitu..

So, hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengatasi tiga masalah di atas?

1. Ingat Tuhan.
Ingatlah selalu bahwa Tuhan selalu mengawasi kita. Di mana pun kita berada, apapun yang kita rasa dan fikirkan, Tuhan pasti tahu. Tanpa perlu kita ungkapkan (baik dengan kata-kata maupun pertunjukan lain), Tuhan Mahatahu segalanya.

2. Ingat mimpi-mimpi kita.
Cita-cita yang kita khayal dan bangun sejak kecil lebih berarti daripada sekedar pelampiasan nafsu syahwat. Tunjukkan bahwa kita mampu menggapainya dan buatlah kedua orangtua dan keluarga besar kita bangga.

3. Kaji dan terus kaji ilmu-ilmu agama dan kehidupan. Pahami dengan baik, amalkan yang baik dan tinggalkan yang buruk. Hidup bersosial lebih asyik ketimbang hanya berduaan dengan yang ituuuuu saja. Membosankan bukan?

4. Syukuri dan hargai diri kita.
Kita terlahir "sempurna". Tubuh dan jiwa kita sangat berharga. Nominal berapapun tidak akan bisa membelinya seutuhnya. Raga kita milik Tuhan, jiwa kita pun demikian.
Jika kita memperlakukannya sia-sia, apa yang dapat kita gunakan untuk menggantinya saat Tuhan memintanya kembali?

Terakhir, urip kuwi mung mampir ngombe. Hidup itu hanya singgah untuk sekedar minum.
Berapa lama sih waktu yang kita gunakan untuk minum (sebelum kembung pastinya)? Sejam? Setahun? Seabad??
Tidak.. tidak sampai selama itu.
Durasi rata-rata manusia mampu meneguk minuman hingga nyaris kembung hanya kurang dari 5 menit. Bayangkan jika kita hidup hanya diberi waktu kurang dari 5 menit !

Sobatku semua...
Apalah arti "bercinta" kalau kita tidak dapatkan apa-apa darinya?
Ketika telah menikah secara resmi dan sah, baik di mata agama maupun negara, saat itu hati menjadi lega. Apapun aktivitas mesra yang kita lakukan bersama pasangan akan terasa ringan, tanpa beban rasa bersalah. In sya Allah, diberkahi.
Jadi, buat apa membuang masa muda yang masih ting-ting hanya demi pemuasan sesaat?

Semuanya kembali pada pribadi masing-masing.
Baca tulisan ini baik-baik dan renungkan...
Apa saja yang telah kaupersembahkan kepada Tuhan-mu?
Apa saja yang telah kausampaikan kepada kedua orangtua atau walimu?
Apakah selama ini kau telah membuat mereka bangga? Atau justru bersedih?

:::::::::::==================:::::::::::::

Akhir kata (untuk tulisan kali ini), semoga hal-hal yang saya sampaikan di sini dapat bermanfaat.
Jika ada kesalahan, sekecil apapun (apalagi jika besar), mohon dimaafkan.
Jika ada banyak faedah, berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Dia telah memberimu kesempatan untuk membaca tulisan ini.

Semoga Allah meridhoi hal ini. Aamiin

Kamis, 08 Januari 2015

Jangan Buat Aku Jatuh Cinta

Jangan kau buat aku jatuh cinta
sebelum kutahu siapa yang kau sayangi

Jangan kau buat aku jatuh cinta
sebelum kutahu siapa yang kaucintai

Jangan buat aku jatuh cinta
sebelum kutahu siapa yang kauhormati

Jangan buat aku jatuh cinta
sebelum aku tahu siapa Tuhan-mu

Jangan buat aku jatuh cinta
sebelum kutahu siapa yang sangat kaudambakan 'tuk jadi kekasihmu

Jangan buat aku jatuh cinta
sebelum kutahu alasanmu tertarik padaku

Jangan buat ku jatuh cinta
sebelum kutahu semua tentangmu

Jangan

Jangan kau buat aku jatuh cinta

What do you think about this?

Just share......

Sebuah kisah dari seorang mahasiswa Indonesia:

Di suatu pagi, kami mendapat tugas untuk menjemput klien, beliau telah terbilang berusia senja. Beliau adalah seorang pengusaha asal Singapura yang berbicara dengan Bahasa Inggris logat Melayu.
Dalam perjalanan, beliau menceritakan pengalamannya kepada kami,"Your country is so rich!". Dalam hatiku,"Ah biasa banget denger kalimat itu". Tapi tunggu, beliau belum selesai berbicara. "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you don't need the world."
Kemudian, lanjutnya,"Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan-hutan di Kalimantan, dunia pasti kacau. Singapore is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500 ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami. Apartemen-apartemen terbaru kami dibeli oleh orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, isinya orang Indonesia semua. Lalu, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan Indonesia masuk ke tempat kami? Sangat terasa. We are nothing! Kalian tahu kan kalau kemarin dunia krisis beras, termasuk di Singapura & Malaysia. Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami impor dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik China, dari pabrik China jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut mengembargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalian menjadi mandiri. Harusnya KALIANLAH YG MENGEMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli pangan dari petani-petani kita sendiri, beli tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa beli produk sendiri. Jika kalian bisa MANDIRI, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI,.... INDONESIA WILL RULE THE WORLD!"

***