From Family Guide
Bagi kehidupan sekarang.. rasanya ini mustahil dilakukan.. tapi tak ada salahnya dicoba ^_^

Seorang ibu bernama Janell Burley Hofmann memberikan hadiah ponsel berkelas yaitu iPhone 5 kepada anaknya,
Gregory. Meskipun iPhone 5 merupakan barang mewah, pemberian iphone 5
ini bukan untuk memanjakan anaknya, justru ia memberi aturan atau
perjanjian yang sangat ketat kepada anaknya, dan anak tersebut harus mentaatinya.
Jika tidak mau taat, maka iPhone tersebut akan diminta kembali. Perjanjian tersebut sangat positif untuk anaknya, juga sangat
inspiratif untuk kita terapkan bagi anak-anak kita.
Berikut daftar
perjanjian Janell kepada Gregory:
1. Ini (iPhone 5) adalah milik
ibu. Ibu membelinya. Ibu yang membayarnya. Ibu meminjamkannya untukmu.
Bukankah ibu yang terbaik?
2. Ibu harus selalu mengetahui password-nya.
3. Jika teleponnya berdering, jawablah. Itu adalah sebuah telepon.
Katakan 'halo', tunjukkan perilaku yang baik (sopan.) Jangan pernah
abaikan panggilan telepon jika di layarnya tertulis “Ibu” atau “Ayah”.
Jangan pernah.
4. Berikan teleponnya kepada orang tua-mu tepat
jam 7:30 malam setiap malam sekolah dan setiap akhir minggu pada jam 9
malam. Telepon tersebut akan dimatikan untuk satu malam dan akan
dihidupkan kembali esok hari jam 7:30 pagi. Jika kamu tidak mau
menelepon ke telepon rumah temanmu, karena takut jika orangtuanya yang
mengangkat terlebih dahulu, maka jangan menelepon atau SMS sama sekali.
Dengarkan suara hatimu dan hormatilah keluarga orang lain seperti kamu
ingin keluarga kita dihormati.
5. Kamu tidak akan membawa ini
(iPhone 5) ke sekolah. Ngobrol-lah secara langsung dengan orang-orang
yang biasa kamu ajak chatting atau SMS. Ini adalah bekal atau skill
untuk hidupmu kelak. Untuk sekolah setengah hari atau field trip sesudah
sekolah akan kami pertimbangkan.
6. Jika ini (iPhone 5) jatuh
kedalam toilet, terhempas ke tanah, atau menghilang di udara bebas, kamu
bertanggung jawab untuk penggantian atau biaya perbaikan. Kamu bisa
memotong rumput, menjaga bayi, atau menggunakan uang tabungan hadiah
ulang tahun. Ini akan terjadi, kamu harus bersiap.
7. Jangan
gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi, atau menipu umat
manusia lainnya. Jangan biarkan dirimu terlibat dalam pembicaraan yang
akan menyakiti orang lain. Jadilah teman yang baik terlebih dahulu atau
menjauhlah dari kemungkinan perseteruan.
8. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun yang tidak mau kamu ucapkan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun kepada seseorang
yang tidak mau kamu katakan dengan lantang ketika orangtua mereka
sedang berada di ruangan itu. Sensorlah dirimu sendiri.
10. Tidak
boleh ada pornografi. Carilah informasi di internet yang hanya akan kamu
bagikan ke Ibu secara langsung. Jika kamu memiliki pertanyaan tentang
apapun, tanyalah seseorang – lebih baik lagi tanya ke Ibu atau ayahmu.
11. Matikan, diamkan, sembunyikan dari khalayak ramai. Terutama di
restoran, di dalam bioskop, atau ketika berbicara dengan umat manusia
lain. Kamu bukanlah orang yang kejam; jangan biarkan iPhone merubah itu.
12. Jangan kirimkan atau menerima gambar/ foto dari bagian pribadi
anggota tubuhmu atau orang lain. Jangan tertawa. Suatu saat kamu akan
tergoda untuk melakukannya secerdas apapun dirimu. Ini sangat beresiko
dan dapat menghancurkan masa muda/ kuliah/ atau masa dewasamu. Ini akan
selalu jadi ide yang buruk. Dunia maya itu luas dan lebih kuat daripada
dirimu. Sulit sekali menghilangkan jejak dalam skala sebesar ini –
termasuk reputasi yang buruk.
13. Jangan mengambil jutaan foto dan video. Tidak perlu mendokumentasikan segalanya. Alamilah hidupmu sendiri. Kenangan itu akan tersimpan dalam ingatanmu untuk selamanya.
14. Sesekali tinggalkan iPhone ini di rumah dan coba untuk merasa nyaman
dan aman dengan keputusan itu. Ini (iPhone) bukanlah benda hidup
ataupun perpanjangan dirimu. Belajarlah untuk hidup tanpanya.
Jadilah lebih besar dan lebih kuat daripada FOMO – Fear Of Missing Out (rasa takut kehilangan.)
Jadilah lebih besar dan lebih kuat daripada FOMO – Fear Of Missing Out (rasa takut kehilangan.)
15. Download lagu yang baru atau yang klasik atau yang berbeda dari
yang didengarkan oleh jutaan orang lain yang mendengarkan hal yang sama.
Generasimu memiliki akses musik yang belum pernah ada selama sejarah.
Ambillah keuntungan dari hal tersebut. Perluas cakrawalamu.
16. Sesekali mainkan permainan dengan kata-kata atau puzzles (teka-teki) atau permainan yang melatih otak.
17. Jaga matamu tetap menghadap ke depan. Lihat dunia di sekelilingmu.
Pandangilah jendela. Dengarkan kicauan burung. Jalan-jalan. Berbicaralah
dengan orang asing. Berkelilinglah tanpa Googling.
18. Kamu
pasti akan melakukan kesalahan. Ibu akan mengambil teleponmu. Kita akan
duduk dan membicarakannya. Kita akan memulai dari awal lagi. Ibu dan
kamu, kita selalu belajar. Ibu adalah bagian dari tim-mu. Kita melakukan
ini bersama-sama.
Dan pada akhir daftar kontrak, sang ibu menulis
“Kebanyakan pelajaran di sini tidak hanya berlaku untuk iPhone, namun
untuk kehidupan..”
Sungguh perjanjian yang sangat mendidik dan
sangat bijaksana bagi anaknya. Sangat sesuai dengan keadaan saat
ini, zaman di mana kemudahan teknologi membuat kita jarang berinteraksi
secara langsung kepada orang di sekitar kita.
Kita lebih suka
berlama-lama sms-an, berlama-lama melihat dinding facebook, lebih
suka chating. Kita lebih suka menatap layar daripada harus bertemu
langsung.Padahal jika kita melakukan hal tersebut secara
berlebihan, akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis kita,
khususnya kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan
masyarakat.
Semoga kisah inspiratif ibu yang memberikan hadiah
iPhone 5 kepada anaknya dengan perjanjian ketat di atas dapat bermanfaat
bagi kita semua.
(Sumber: mitrafm.com)